Sunday, November 13, 2005

Minal Aidzin Wal Faidzin

Minal Aidzin Wal Faidzin... Taqoballohu Minna Wa Minkum...
Mohon Maaf Lahir Batin...Semoga Amal kita diterima Allah dan kita menjadi insan yang lebih bertakwa dan lebih dekat padaNya :)

Dari Lubuk Hati yang paling Dalam AgusJati, memohon maaf bila ada salah&Khilaf yang mengiringi Ukhuwah... Semoga Ukhuwah kita menjadi semakin erat dan Mendapat Ridhlo Allah :)

Friday, September 30, 2005


What is Congenital Talipes Equinovarus (CTEV)?

This is the medical term for a disorder of the foot such as that shown right. The term is derived from;
Congenital: this is a deformity which is present at birth

Talipes: means simply the ankle and foot

Equinovarus: refers to the position of the foot, pointing downwards and inwards.

Talipes equinovarus is the technical term which is sometimes known as 'club foot' and one or both feet may be affected.

Why does it happen?
Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) has been known for thousands of years and in communities all around the world. However, no one still knows for sure why it happens. Several factors have been associated with CTEV and there may be a hereditary or genetic component. Also the position of the foot in the womb may have an effect.

Boys tend to be affected more than girls but as CTEV is one of the most common abnormalities at birth, all new-born babies are routinely checked. CTEV can in some cases be associated with other conditions, so your doctor will examine your baby thoroughly, not simply the feet.

How is it detected?
CTEV can be detected pre-natally by ultrasound scan. Further scans to monitor the condition would then be required, though at present there is no way of treating the feet before the birth. Otherwise it is detected around the time of birth as the feet are visibly turned inwards.

Does it hurt?
Even though as parents you may be distressed at discovering your baby has CTEV, your baby will not find the condition painful. That's not to say he or she won't protest strongly when being examined!

How will I cope?
When a diagnosis of CTEV is first made, you may well experience an emotional reaction. Every parent responds differently but most parents experience fear, resentment and anguish to varying degrees. This is a natural reaction when a condition such as CTEV affects one you love. But many, many, children have been affected in the past and there are lots of other parents who have been in the same situation and seen their children grow up to lead full, active lives.

Does CTEV require treatment?
Mild cases of CTEV may not require active intervention but more severe forms will. In the past, when CTEV was left untreated, the growing child would not be able to place his foot/feet flat on the floor when walking. As years passed, a limp and severe foot deformity would develop. Nowadays, health professionals are becoming increasingly skilled in correcting CTEV. With early, effective treatment there is every reason to believe there will be few long term side-effects.

What does treatment involve?
In many cases treatment will begin shortly after birth and the aim is to achieve functional, pain free feet.

Types of treatment may include:

Gentle manipulation
Gentle manipulation and maintenance of the corrected position using any or a combination of the following methods; Adhesive strapping/splints Plaster casts/thermal plastic splints Special boots

How long will the treatment last?
Again there is no hard and fast rule and in some severe cases, treatment may be continued until the child starts school. Sometimes further surgery can be needed as the child grows. No matter how successful the treatment, relapse is a possibility which is why your child will continue to be checked throughout their growing years to ensure the deformity does not recur.

How effective will treatment be?
The final outcome will depend on the severity of the deformity and unfortunately not even the doctors treating your child can offer guarantees.

But for the vast majority of children today, effective treatment means that they can do everything that children without CTEV can do. Eric Richard (Sergeant Cryer in ITV's 'The Bill') has CTEV but you'd never know it when he gives chase!

When your child is diagnosed with CTEV, you may come across some other terms which are equally unfamiliar to you. Here's some definitions to help you understand what you are being told at the hospital.

Bilateral - affecting both sides (i.e. both feet)

Conservative treatment - exercises and physiotherapy, splinting and plaster casts

Idiopathic - the cause is unknown

Manipulation - manually holding and stretching the foot into an improved position

Oligohydramnios - lack of fluid surrounding the baby in the womb

Orthopaedics - the branch of medicine that deals with bones and joints. Doctors involved here tend to be surgeons and are addressed as 'Mr' rather than 'Dr'

Orthotics - the medical speciality dealing in splints and appliances

Prognosis - the future outcome that is expected

Soft tissue release - an operation carried out to correct the short tendons and ligaments which pull the foot out of position

Unilateral - affecting one side (i.e. one foot)

This article take from :

Saturday, April 09, 2005

Alhamdulillah... MID Bedah udah selesai :)

Hari Jumat, 8 April 2005, Ujian Mid Ilmu Bedah I dilaksanakan. Soal berjumlah 50. Alhamdulillah udah bisa terlalui.... Dari raut muka temen2 sehabis ujian mid terlihat wajah-wajah ceria. Alhamdulillah.....berarti temen2 semua pada sukses :) Semoga kita semua dapat memraih yang terbaik.
Sekedar Info aja, untuk UAS Bedah bahan-nya sepertinya cuma post mid aja. Oh iya besok post mid kita ada kuliah dr.Armis,Sp.BO yang kata angkatan 2001, soal2 ujian yang dibuat dr.Armis susah-susah, soal2nya bentuknya kasus terus diagnosisnya apa, pokoknya susah deh:(Dan itu yang membuat nilai angkatan 2001 drop. Kemaren aja kata anak internasional dan anak PBL 2003 ujian Blok 10 PBL soal yang dibuat dr.Armis susah-susah. Tolong temen-temen siap-siap belajar bedah orthopaedi bahan kuliah dr.Armis. Oh iya di perpus ada buku "Trauma Sistem Musculoskeletal" karangan dr.Armis, kalo temen2 sempet copy aja atau baca-baca bahan dari situ.
Met belajar temen-temen.....

Wednesday, March 16, 2005

SOAL MID BEDAH 6 April 2004

Selasa, 6 April 2004, pukul 09.30 – 10.30

1. Luka operasi baik berarti :
a. efektif, ditutupi primer, tidak didrain
b. tidak melibatkan traktus respiratorius, gastrointestinalis atau orofaringeal
c. bukan luka traumatic, tidak terinfeksi
d. semua jawaban di atas benar
e. semua jawaban di atas salah

2. Usaha mempertahankan obat & perleng kapan bedah dalam keadaan suci hama :
a. Sepsis
b. Asepsis
c. Antisepsis
d. Sterilisasi
e. Desinfeksi

3. Infeksi Nasokomial
a. Infeksi pasien yang didapat di RS
b. Sebagai komplikasi operatif
c. Sebagai komplikasi perawatan di RS
d. semua jawaban di atas benar
e. semua jawaban di atas salah

4. Faktor yang mempengaruhi infeksi adalah
a. Umur
b. Malnutrisi
c. Kegemukan
d. berat badan
e. penyakit kronis

5. Prinsip pemberian anestesi profilaksi, KECUALI
a. antibiotik dengan toksisitas rendah
b. diberikan dosis tunggal, 24 jam sebelum operasi
c. diberikan lagi bila operasi > 4 jam
d. antibiotik spectrum luas
e. diberikan lagi bila lama operasi 2x halflife AB

6. Pengaruh anestesi local tergantung dari, KECUALI
a. daerah yang dianestesi
b. perfusi darah yang difiltrasi
c. temperature
d. serta aferen simpatis

7. Perlu dipertimbangkan dalam memberikan obat anestesi local, KECUALI
a. riwayat alergi
b. jumlah obat yang dibutuhkan
c. lama kerja obat
d.,dosis maksimal
e. harga obat

8. Sifat Lignokain, KECUALI
a. waktu kerja cepat
b. pemberian adrenalin memperlambat penyerapan
c. dosis maksimal dewasa sehat 3 mg/KgBB
d. dosis dikurangi pada penderita debil

9. Tujuan penanganan nutrisi pra-bedah, KECUALI
a. memperbaiki fungsi organ
b. menurunkan morbiditas dan mortalitas
c. membantu proses pemulihan / recovery
d. …….pernafasan asidosis
e. memperbaiki fungsi Cardiovascular

10. Kebutuhan dasar cairan untuk dewasa normal BB 60 kg :
a. 1200 cc
b. 1700 cc
c. 1800 – 3000 cc
d. > 3000 cc
e. 1200 – 1800 cc

11. Factor penentu intensitas pemeriksaan organ vital pada persiapan operasi, KECUALI
a. Usia
b. beratnya operasi
c. ketrampilan operator/ahli bedah
d. lamanya operasi
e. jenis tindakan operasi

12. Pemberian nutrisi terbaik pada penderita malnutrisi
a. Parenteral
b. Enteral
c. vena sentral
d. kombinasi

13. Pemeriksaan organ vital yang diperlukan pada persiapan operasi ringan seperti appendektomi adalah :
a. jantung – paru
b. ginjal
c. otak
d. hati
e. semua jawaban di atas benar

14. Tanda obstruksi usus pada neonatus dan anak
a. Nyeri
b. Obstipasi
c. muntah
d. kembung
e. semua jawaban di atas benar
15.Perbedaan obstruksi tinggi dan rendah
a. pada obstruksi tinggi : kembung dulu
b. pada obstruksi rendah : nyeri dulu
c. pada obstruksi rendah : kembung dulu
d. pada obstruksi tinggi : muntah dulu
e. salah semua

16. Ileus mekanis, KECUALI
a. hernia inkarserata
b. volvulus
c. atresia ileum
d. hirschprung disease

17. Tindakan pertama pada atresia ani
a. resusitasi cairan
b. pasang NGT
c. resusitasi elektrolit
d. puasa
e. semua jawaban di atas benar

18. Volume darah pada neonatus dg BB 3 Kg
a. 240 cc
b. 300 cc .
c. 150 cc
d. 600 cc
e. semua jawaban di atas benar

19. Bayi muntah jernih dan apa yang telah diminum. Kemungkinan terjadi obstruksi di :
a. rectum
b. colon tranversum
c. ileum
d. pylorus

20. Bayi umur 8 bulan dengan muntah, kembung, tidak bisa BAB. Kesakitan sebelumnya didahului diare lendir darah. Kemungkinan diagnosis :
a. Hirschprung disease
b. Colitis
c. Crown disease
d. Invaginasi

21. Kebutuhan cairan neonatus BB 3,5 kg
a. 350 cc / hari
b. 700 cc / hari
c. 1000 cc / hari
d. 1500 cc / hari

22. Operasi definitif Hirschprung disease
a. soave prosedur
b. duhamel prosedur
c. Swenson prosedur
d. bohel prosedur
e. semua jawaban di atas benar

23. Operasi definitif untuk atresia ani
b. Swenson prosedur
c. …
d. Duhamel prosedur

24. Akut abdomen pada anak termasuk
a. peritonitis
b. obstruksi usus
c. perdarahan
d. stranggulasi
e. Benar semua

25. Muntah berwarna hijau terdapat pada
a. obstruksi letak tinggi
b. obstruksi letak rendah
c. obstruksi letak sedang
d. peritonitis

26. Pada hernia scrotalis incarcerata dapat dijumpai
a. benjolan pada scrotum
b. rasa nyeri
c. muntah
d. kembung
e. semua jawaban di atas benar

27. Penanganan pertama pada Megacolon congenital adalah
a. pasang dental tube
b. pasang NGT
c. pasang infuse
d. antibiotic

28. Kista dengan konsistensi lunak, tumbuh besar dan lambat di subcutan, terletak di lateral kening, klinis seperti :
a. Branchiogenik cyst
b. Thyroiglossus cyst
c. Dermoid cyst
d. Hygroma cyst
e. Sebaceous cyst


30. Masa / tumor bulat di linea mediana leher, antara dagu dan kartilago thyroid :
a. Ranula
b. kista duktus tiroglosus
c. kista brankiogenik
d. epulis
e. kista sebaceus

31. Abses pada dasar mulut atau leher yang merupakan gawat darurat perlu ditangani segera, karena :
a. resiko obstruksi jalan nafas
b. demam tinggi
c. resistensi bakteri terhadap antibiotic
d. disfagia karena dehidrasi
e. rasa sakit

32. Factor resiko terjadinya keganasan leher kepala, KECUALI
a. Merokok
b. Radiasi
c. Alcohol
d. minum air non-fluoridated
e. malnutrisi

33. Tindakan terpilih atas adenoma pleomorphi kelenjar parotis
a. mengangkat tumor dengan jaringan normal, dan menyelamatkan n.7
b. parotidektomi total, n.VII terangkat
c. radiotherapy
d. enucleasi & radiotherapy
e. parotidektomi & radiotherapy

34. Ulkus lidah lateral kanan 2/3 anterior, penyebaran ke :
a. lnn. Submandibula kanan
b. lnn. Submandibula kiri
c. cervical profunda kanan
d. cervical profunda kiri
e. supraclavicula

35. Tumor benigna paling sering kelenjar Parotis
a. mixed tumor
b. warthin’s tumor
c. adenoma oxyphil
d. hemangioma
e. limfangioma

36. Pada ginjal terdapat calyx sebanyak
a. 1-2
b. 10-12
c. 20-22
d. 30-32
e. 40-42

37. Pada ginjal normal, terbentuk urin/24 jam sebanyak
a. 2,5 ltr
b. 25 ltr
c. 75 ltr
d. 100 ltr
e. 150 ltr

38. Pada ginjal normal, posisi Pelvis renis
a. dekat pool superior
b. dekat pool inferior
c. di posterior arteri / vena renalis
d. di anterior arteri / vena renalis

39. Retensio urinae diakibatkan oleh
a. stenosis meatus
b. stricture uretra
c. uretrolitiasis
d. BPH
e. semua benar

40. Pada rupture uretra anterior dapat terjadi
a. Alguria
b. perdarahan uretra
c. retensio urinae
d. ekstravasasi urin
e. semua benar
41. Hematuria dpat dijumpai pada
a. honey moon cystitis
b. carcinoma vesica urinaria
c. nephrolithiasis
d. tumor Grawitz
e. ABCD benar

42. Pada sistografi dapat
a. mendiagnosa vesikolithiasis radio luscent
b. mendiagnosa BPH
c. mendiagnosa divertikel vesika urinaria
d. mendiagnosa tumor vesika urinaria
e. ABCD benar

43. Pada BNO dapat
a. mendiagnosa tumor Grawitz
b. mendiagnosa tumor prostate
c. mendiagnosa tumor Wilm
d. mendiagnosa urolithiasis radio luscent
e. ABCD salah

44. Warna urine keruh dapat diartikan
1. sedimenturia
2. chyluria
3. pyuria
4. dysuria

45. Pada vistel vesiko rectalis dapat dijumpai
1. pneumaturia
2. hematuria
3. fecaluria
4. spermaturia

46. Pada Horse Shoe Kidney :
1. letak ginjal di cavum pelvis
2. mudah terbentuk tumor ginjal
3. posisi pyelum di bagian posterior
4. mudah terbentuk batu ginjal

47. Pada micturition cysto uretrografi
1. vesika urinaria diisi kontras 200 cc
2. pemotretan saat penderita miksi
3. dapat dijumpai divertikel vesika urinaria
4. dapat dijumpai reflux vesika ureteralis

A. Ektopic Kidney
B. Ektopik ureter
C. Ektopik testis
D. Horse Shoe Kidney
E. Double Ureter tak sempurna

48. Yo yo phenomenon
49. Inkontinentia Urinae
50. Isthmus

Wednesday, February 16, 2005

Kuliah Pertama : Bedah Onkologi

­ Bedah onkologi merupakan sub bagian ilmu bedah yang menerapkan secara khusus prinsip-prinsip ilmu bedah pada bidang onkologi. Prinsip-prinsip tersebut merupakan derivate dari pendekatan pembedahan standar untuk situasi khusus yang terdapat pada tindakan pasien neoplasma. Seorang dokter bedah harus memiliki kemampuan, ketrampilan, diagnostik, terapeutik, dan pengelolaan pendukung pada penderita neoplasia.

Bedah Onkologi meliputi pengertian :
« Biology tumor
« Epidemilogi kanker
« Staging patologi dan klinik tumor
« Percobaan / penelitian klinik
« Immunologi tumor
« Onkogenesis
« Faktor pertumbuhan
« Dll yang berkaitan dengan kanker

Teknik khusus dari pengelolaan pasien kanker :
« Teknik pembedahan
« Perawatan
« Kemoterapi
« Radioterapi
« Pemeriksaan khusus pasien kanker

Prinsip pembedahan onkologi :
« Pembedahan adalah cara tertua dalam terapi kanker. Tindakan pembedahan masih merupakan tindakan terpilih. Pembedahan merupakan usaha teraupetik pertama yang memberi kesempatan kesembuhan lebih besar bila prinsip-prinsip bedah onkologi dikerjakan dengan baik.
« Untuk mencapai hal diatas maka seorang dokter bedah perlu memiliki keahlian dalam teknik pembedahan, Sound Judgment, dan harus memahami pengertian secara menyeluruh tentang biologi kanker.

Pembedahan yang dilakukan bertujuan untuk :
« Diagnosis. Misalnya adalah biopsi (pembedahan diagnostik) yang bertujuan untuk memperoleh sediaan jaringan yang cukup untuk melakukan diagnostik histologik lengkap. Bisa berupa biopsi excisi (tumor dikeluarkan/diangkat seluruhnya) maupun biopsi incisi (hanya sebagian jaringan tumor yang dikeluarkan/diangkat).
« Terapi : baik terapi yang bersifat paliatif maupun kuratif ( hal ini dilakukan setelah diagnosis dan perluasan/metastasis neoplasma dipastikan).
« Setelah diagnosis keganasan ditegakkan dan luasnya penyakit ditentukan, harus diambil keputusan apakah kasus ini memiliki kemungkinan untuk sembuh. Jika kanker bersifat lokal tanpa bukti-bukti penyebaran, maka tujuan terapi adalah membasmi kanker dan menyembuhkan pasien (Terapi Kuratif).
« Jika kanker telah menyebar melampaui kemampuan terapi lokal, maka tujuan terapi ditujukan untuk paliasi, yaitu meringankan atau menghilangkan keluhan / gejala-gejala yang dialami pasien sehingga diharapkan meningkatkan mutu hidup/quality of life penderita (Terapi Paliatif).

TMD says :
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan pembedahan :
­ Anamnesis harus dilakukan secara lengkap dan menyeluruh untuk dapat mengetahui diagnosis, extension/metastasis , terapi yang akan dilakukan, prognosis, komplikasi, sebab, faktor resiko, lingkungan, usaha pasien, keadaan keluarga.
­ “Ketika seorang pasien mengeluh adanya nyeri, dan tidak terdapat tanda adanya inflamasi harus dicurigai kemungkinan adanya malignancy/ keganasan”
­ Pemeriksaan fisik harus dilakukan secara menyeluruh, gentle (lemah lembut) atau sopan. INGAT pasien percaya pada anda!! Misal pada kasus wanita dengan Ca Mamae, anda sebagai dokter harus melakukan pemeriksaan fisik pada wanita tsb, maka lakukanlah secara menyeluruh dan gentle (lemah lembut) / sopan.
­ Penundaan tindakan pembedahan/ terapi yang lain baik oleh dokter ataupun pasien akan menyebabkan extension atau metastasis yang tidak diharapkan.
­ Jangan melakukan tindakan terapi sebelum ada diagnosis secara histopatologis yang pasti.
­ Referral (Dalam melakukan diagnosis/terapi suatu kasus neoplasma agar dapat memperoleh hasil diagnostik yang menyeluruh dan terapi yang berhasil, seorang dokter bedah harus berhubungan/bekerjasama dengan ahli patologi, radiologi, penyakit dalam, Syaraf, THT, Mata, Kulit, dokter gigi, Obs-Gyn, dsb. tergantung dari macam kasus yang sedang dihadapi).

NOTE : Untuk Pembahasan Lebih Lengkap akan terbit pada HSC Ilmu Bedah I edisi perdana.


Akhirnya... smt 6 datang juga :)Dan akhirnya muncullah team hsc bedah I angkatan 2002. Team HSC Bedah I terdiri atas : Asri & Valzon (Kelas A) dan Hendry & Jati & Fikar. Entahlah akan bagaimana hasil kerja team hsc bedah ini menginggat kami juga sibuk, tapi Insya Allah kami akan "bekerja keras" memberikan yang terbaik buat teman2 semua. InsyaAllah kami juga akan menerbitkan edisi soal buat temen2.
Saran dan Kritik dapat dikirimkan ke e-mail :

Team HSC Ilmu Bedah'02